Sumber Referensi Belajar Seputar Islam

Pengertian Air Najis Dan Air Mutanajis

Pengertian air najis dan air mutanajis

Assalamu alaikum wr'wb .salam silaturahmi semoga Allah akan menerima apa yang saya maksud di disini ,dan semoga kalian semua yang mau membaca artikel yang saya poisting semoga bisa bermanfa,at bagi kalian semua Amin.......

Kali ini saya akan menjelaskan apa yang terjadi di setiap hari ,mungkin bagi kalian hal ini adalah hal yang mungkin tak ada manfa,atnya namun bagi saya hal ini adalah hal yang sangat penting dan sangat untuk kita ketahui dan pelajari,karna dalam segi ibadah itu ada suatu unsur yang takan bisa mengesahkan ,yaitu salah satunya jika kita bersesuci dengan air yang sembarangan ,atau menggunakan air yang seharusnya tidak boleh di gunakan ,nah sekarang inilah perbeda,an air yang najis dan mutanajis,dan air tersebut tidak boleh kita gunakan untuk bersesuci.


A.  Air Najis Dan Mutanajis


1.   Air Najis

Air najis adalah Air yang sudah berubah salah satu sifatnya oleh najis. Air ini tidak boleh dipakai lagi, baik airnya sedikit ataupun banyak, sebab hukumnya seperti najis.


2.  Air mutanajis

Air mutanajis adalah air yang tidak berubah salah satu sifatnya. Air ini kalau sedikit- berarti kurang dari dua kulah- tidak boleh dipakai lagi, bahkan hukumnya sama dengan najis.



B. Macam-Macam Najis Dan Cara Mensucikannya


1. Najis Mughalladzah (Najis Berat).

Yaitu najis anjing, babi atau peranakan salah satunya.

Cara menghilangkannya :

Setelah dihilangkan benda najisnya, dibasuh dengan 7 basuhan, salah satunya dengan debu.


2. Najis Mukhaffafah (Najis Ringan)

Dikatakan sebagai najis ringan jika memenuhi 4 syarat, yaitu :


(1)   merupakan air kencing

(2)  .dari anak laki-laki (bukan bayi perempuan)umur anak laki-laki tersebut tidak lebih dari 2 tahun.

(3) .tidak pernah makan selain susu (adapun selain  susu tapi bukan untuk makan, maka tidak mengapa, seperti minum minuman sebagai obat,  dsb).
Jika salah satu syarat-syarat di atas tidak terpenuhi maka dihukumi sebagai najis mutawassithah (Najis Sedang).

Cara menghilangkan Najis Ringan / mukhaffafah adalah dengan cara memerciki air di tempat najis tersebut, sekira air percikan lebih banyak dari air kencing, dan dengan menghilangkan benda najis (air kencing tersebut) serta sifat-sifatnya (bau dan rasa).

3.  Najis Mutawassithah (Najis Sedang)

Yaitu seluruh najis selain najis mughalladzah (berat) dan najis mukhaffafah (ringan). Najis mutawassithah dibedakan menjadi dua :


(1)   Najis hukmiyah, yaitu yang tidak punya warna, tidak punya bau, dan tidak punya rasa .
Cara mensucikannya : dengan mengalirkan air di tempat najis tersebut.

(2) .Najis ‘ainiyyah, yaitu yang mempunyai warna,         bau,dan rasa.
Cara menghilangkannya : dibasuh dengan air hingga hilang warna, bau, dan rasanya.

wah...menambah informasi dan bermanfaat sekali gan terus berrkiprah di dunia blogerr gan tingkatkan artikelnya lgi

sipp keren infonya ane jadi ngerti skrg

Wah terima kasih gan, sering muncul di ujian ini

nice info gan. air najin dan air mutanajis ini sangat perlu kita pahami di kehidupan sehari

nambah pengetahuan nih, baru tahu saya, nice banget dah

iyah sama-sama om...........

iya betul banget itu om.........

iyahhhh terus tingkat kan belajar dalam bidang agama kawan....