Sumber Referensi Belajar Seputar Islam

Riwayat Hidup Sunan Kudus | Wali Songo

Ngajifiqih.com- Sunan Kudus, Dari sekian banyaknya Wali yang kita kenal dan ketahui kisahnya mungkin Sunan Kudus merupakan salah satu Sunan yang Kisah dan Sejarahnya mengesankan dihati kita. Bagaimana tidak? Sunan Kudus Merupakan Senopati yang sangat Hebat! Dia berhasil menaklukan Majapahit saat menjadi Senopati. Ingin tahu kisah lengkapnya? Yukk cari tahu dibawah artikel ini!

Riwayat hidup sunan kudus , Biografi sunan kudus,  kisah hidup sunan kudus, Riwayat singkat sunan kudus
Sunan Kudus
Riwayat Hidup Sunan Kudus

Sunan Kudus Merupakan Pendatang dari Daerah Jipang Panolan, dimana daerah ini berada di Utara Blora, jadi walaupun Sunan Kudus, tapi beliau bukan asli dari Kudus. Beliau dilahirkan dengan Nama Ja'far Shodiq, Nama Orang Tuanya adalah Sunan Ngudung dan Syarifah, Ayahnya Sunan Ngudung merupakan Panglima perang yang sangat hebat, jadi tidak salah jika Sunan Kudus juga menjadi Senopati yang hebat, Ayah Sunan Kudus Wafat dalam Perang Melawan Majapahit, saat itu pula lah Sunan Kudus kemudian Mengantikan Posisi ayahnya, dan tugas yang harus di emban adalah Menaklukan Kerajaan Majapahit, dan memperluas kekuasaan Demak.

Sunan Kudus, Saat masih remaja banyak sekali belajar Ilmu, tidak hanya Ilmu Agama. Beliau juga mempelajari ilmu yang lainnya, seperti Ilmu Sosial, Politik dan Budaya Juga Seni dan Perdagangan. Sunan Kudus menimba ILmu dari Ayahnya dan kepada Guru yang lainnya, Seperti Sunan Ampeldan Kiai Telingsing. Kia Telingsing memiliki Nama Asli Rai Link Tsing, Ia Berasal dari China.

Menurut Sejarah yang meriwayatkan Sunan Kudus, di katakana bahwa Tai Li Shing datang bersama Laksamana Cheng Hoo, dimana kita tahu Laksamana Cheng hoo merupakan Seorang Muslim yang taat, Beliau Membawa Islam dan mendakwahkanya ke seluruh Penjuru Negeri ke negeri lainnya di Asia Tenggara, Laksamana Cheng Hoo dalam pelayarannya,  pernah berlabuh di Pelabuhan Semarang.

Laksamana Cheng Hoo dan seluruh awak turun, termasuk Tai Li Tshing, disebutkan Tai Li Tshing menetap di Blora, Jawa Tengah dan kemudian mengembangkan Dakwah Islam di daerah Juwana, Pati. Dan Sunan Kudus menjadi salah satu murid kesayangan dari Tai Li Tshing.

Sunan Kudus, yang menjabat menjadi Senopati dari Kerjaan Demak Bintoro, berkat usaha dan Ridho Allah Swt, berhasil membuktikan usaha belajar yang dilakukan, dengan berhasil mengembangkan kerajaan demak kea rah timur hingga sampai Madura, dan sampai juga ke Cirebon dari arah barat.

Kemenangan –kemenangan yang terjadi membuat Sunan Kudus dikenal baik oleh para musuhnya, dan berbagai kisah kesaktian dari Sunan Kudus pun bermunculan, seperti Sunan Kudus Mempunyai Peti yang mengeluarkan Tawon-tawon ganas, banyak sekali cerita yang beredar di Masyarkat pada saat itu tentang kesaktian dari Sunan Kudus.

Suksesnya Sunan Kudus Memukul Mundur Majapahit, membuat Sunan Kudus mempunyai Posisi yang semakin kuat di Kerajaan Demak Bintoro, namun Sunan Kudus Meninggalakn Demak dengan alasan ingin hidup merdeka dan membaktikan Seluruh hidupnya untuk kepentingan Dakwah.

Disebutkan dalam sejarah tentang Riwayat hidup Sunan Kudus, Beliau kemudian Hijrah menuju Kudus, dengan membawa beberapa kelompok kecil dan  membangun Masjid untuk mulai mengembangkan Islam di Kudus, menurut Sejarah Kudus dulunya bernama Tajug, dan daerah Tajug itu sudah pernah ada yang mengembangkan Islam, yang tidak lain adalah guru Sunan Kudus sendiri yaitu, Kiai Telingsing., Sunan Kudus mendirikan Masjid Menara Kudus pada tahun 1549 M atau 956 H, masjid Menara Kudus ini, masih bisa kita jumpai loh!

Baca juga :
                   Doa iftitah Ahlusunah wal jama'ah
                   Hukum ganja dalam pandangan islam
                   Riwayat hidup sunan kalijaga

Sunan Kudus dalam menyampaikan Dakwahnya, mirip seperti Sunan Kalijaga, dengan tidak merusak tatanan Budaya masyarakat dan mengenalkan islam melalui kesenian dan Budaya, tercatat dalam sejarah Riwayat Sunan Kudus dalam menyebarkan Agama Islam di kudus,Saat itu Kota Kudus masih menganut Agama Hindu Masyarakatnya, Sunan Kudus memiliki Toleransi yang sangat tinggi, seperti misalnya pada saat Idul Adha, Sunan Kudus tidak menyembelih Sapi melainkan Kerbau, Sunan Kudus memberikan penghormatan kepada masyarakat yang Bergama hindu, dimana Masyakarakat hindu sangat menghargai Sapi.

Setelah Dakwah Sunan Kudus berhasil menarik perhatian dan simpati dari Masyarakat Hindu, Sunan Kudus ingin menjaring masyarakat Budha untuk ikut memeluk dan mepelajari Islam, dalam menjaring masyakarat Budha ini, Sunan Kudus menggunakan cara yang unik dan menarik perhatian masyarakat Budha, dimana Sunan Kudus membangun tempat Wudhu, dengan diberikan Delapan Pancuran dan delapan  Arca diatasnya.

Cara ini dilakukan Sunan Kudus unutk menarik perhatian masyakat Budha, dimana penganut Budaha dalam ajarannya mengajarkan tentang Delapan Ajaran Budha yang dinamakan Asta Sangika Marha, dimana Isi ajaran itu berisi tentang Seseorang harus memiliki Ilmu yang benar, Harus memiliki keputusan yang baik,dan
Berkata jujur Bertindak dan berbuat yang benar, Menjalani hidup dengan cara yang benar, Melakukan pekerjaan dengan benar, dan Beribadah dengan benar juga Menghayati Agama dengan benar.

Cara yang dilakukan Sunan Kudus ini membuahkan Hasil, Banyak Masyarkat Budha yang berbondong-bondong memeluk dan mempelajari Islam. Hal ini bisa dijadikan renungan bahwa kita sebagai umat islam harus bisa menjaga diri dari berbuat kasardan melakukan hal-hal yang buruk, agar non-muslim tidak takut dan merasa nyaman bersama kita, dan akhirnya memeluk Islam.
Sunan Kudus juga tidak langsung menentang atau melarang Adat Istiadat Masyarakat Budha saat itu, Sunan Kudus lebih mengarahkanya kearah yang lebih baik dengan pelan-pelan.

Dengan Cara ini, Sunan Kudus mendapatkan banyak Reaksi Positif dari masyakat Buddha saat itu, Sunan Kudus, Dalam sejarah tercatat sering membacakan Surat Al-Baqarah yang memiliki Arti “Sapi Betina” hal ini dilakukan untuk memikat Pendengar yang Beragama Hindu, Sunan Kudus juga menerapkan unsure Arsitekstur Hindu, seperti yang bisa kita saat ini di Masjid Menara Kudus, disana ada banyak sekali ornament dan hiasan khas Gaya Hindu.

Kebiasaan unik dalam berdakwah yang dijalankan Sunan Kudus lainnya adalah, mengadakan Acara Bedug Dandangan, dimana acara ini digelar untuk menyambut datangnya Bulan Ramadhan, dalam acara ini banyak bedug di area Masjid di Tabuh, untuk mengundang masyarakat agar datang ke majid, setelah masyakat datang, Sunan Kudus kemudian memberikan informasi kapan awal Puasa Ramadhan dimulai. Sunan Kudus Wafat dan dimakamkan di Sebelah Barat Masjid Jami Kudus, Pada Tahun 5 Mei 1550 Saat ini Masji Menara Kudus Banyak di kunjungi Masyarakat yang ingin berziarah dan mengenal atau mengenang masa-masa Sunan Kudus Menyebarkan Agama Islam.

Baca juga :
                   Riwayat hidup sunan gunung jati
                   Riwayat hidup sunan bonang 
                   Riwayat hidup sunan ampel
                   Riwayat hidup sunan muria

Itu lah sedikit Ulasan tentang Sejarah dan Riwayat mengenai Asal – usul dan sejarah Sunan Kudus, semoga artikel ini bermanfaat dan bisa membuat kita yang membacanya menjadi teriinspirasi, menjadi seorang muslim yang baik dan bisa mengajak orang lain untuk mengenal dan mencintai islam dengan cara yang baik dan halus, semoga Allah memberikan Rahmat dan Hidayah kepada kita semua.. Aminn…
0 Comments